Archive for February, 2012

Tips Mudah Membiasakan Diri Menabung

Tips Mudah Membiasakan Diri Menabung

Maret 21, 2011 — Ask Me..

“Saya ingin sekali menabung, tetapi kebutuhan saya banyak sekali. Uang saya habis terus tiap bulan. Apalagi harga-harga kebutuhan naik terus..”. Ungkapan tersebut kadang akrab di telinga Anda atau mungkin Anda ingin sekali bisa menabung, tetapi dalam praktiknya, hal itu sulit dilakukan. Apakah Anda termasuk orang yang seperti itu? Selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung? Jangan berkecil hati. Semua orang hampir pasti mengalaminya. Menabung secara rutin, seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Dengan menyisihkan uang Anda secara rutin, maka uang yang terkumpul tersebut bisa sangat bermanfaat. Berikut ini adalah Tips menabung dengan mudah yang dapat membantu Anda menyimpan uang dengan lebih baik:

1. Pay Your Self First. Kalau selama ini Anda selalu berbelanja dulu dan tak sempat menabung, kenapa sekarang Anda tidak membalik proses itu? Mulailah dengan menyisihkan 1/3 gaji Anda untuk tabungan sebelum Anda membayar kebutuhan lainnya. Bila itu Anda lakukan secara rutin dan disiplin, maka setelah setahun, Anda sudah akan memiliki simpanan dalam jumlah besar.

2. Jadikan Tabungan Sebagai Pos Pengeluaran. Masukkan pos tabungan ke dalam pos pengeluaranrutin tiap bulan. Anggaplah menabung sebagai pengeluaran rutin Anda sama dengan membayar cicilan hutang atau biaya rumah tangga lainnya, seperti tagihan listrik, PAM, makanan, transportasi dan lainnya.

3. Jangan Remehkan Uang Receh. jangan pernah membayar dengan uang logam. Berbelanjalahhanya denganuang kertas saja. JIka Anda dapat kembalikan uang logam, masukanlah uang logam tersebut ke dalam celengan (celengan ayam atau kaleng). Jangan dibuka sebelum penuh, jika sudah penuh masukanlan ke dalam rekening Anda di Bank.

4. Naikkan Setoran Tabungan Setiap Kali Penghasilan Naik. Setiap kali Anda mendapat uang lebih seperti bonu tahunan atau THR maka sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah tabungan Anda. Begitu juga jika gaji Anda naik maka naikkan juga jumlah setoran rutin tabungan Anda.

5. Miliki Rekening Khusus Tabungan. Sebuah keluarga sebaiknya memiliki satu rekening khusus yang digunakan untuk membiyayai pos-pos pengeluaran keluarga terpisah dari rekening pribadi. Sedangkan rekening khusus tabungan sebaiknya juga dibuat terpisah agar akumulasi dana yang terkumpul untuk tujuan keuangan yang ingin dicapai, tidak terpakai untuk pengeluaran lain.

Advertisements

Cara Memperbaiki Plafon Gypsum

Cara Memperbaiki Plafon Gypsum

Plafon gypsum atau sering disebut langit-langit, tidak luput dari masalah debu, flek akibat bocor, atau berlubang. Debu masih dapat diatasi dengan pembersihan secara rutin. Namun bila sudah berflek apalagi sampai berlubang, maka plafon gypsum harus ditambal atau bahkan diganti.

Panggil tukang? Jangan dulu! Menambal plafon gypsum sebenarnya adalah pekerjaan yang cukup mudah. Anda hanya memerlukan alat dan bahan sederhana. Untuk lebih jelasnya, ikuti saja langkah-langkah berikut ini.

(Foto: Sis)

 

1. Alat dan bahan yang dibutuhkan:

– Cutter, Kompon (bahan pengisi) perekat, kompon pelapis, gergaji, selotip kertas, kape, tatakan, papan gypsum, meteran

2. Ambil sisa gypsum dan ukur sehingga gypsum tersebut dapat menutup lubang yang ada. Besar potongan gypsum harus lebih besar dari lubang.

3. Gambar dengan pensil ukuran gypsum tersebut pada plafon yang berlubang. Ini perlu Anda lakukan agar lubang yang ada dapat tertutup dengan rapi. Kemudian menggunakan cutter, buatlah torehan pada plafon.

4. Buatlah lubang pada plafon gypsum tersebut seukuran gypsum yang akan Anda pasang, dengan cara menggergaji lubang secara diagonal ke arah tepi batas ukuran gypsum tadi.

5. Setelah Anda menggergaji ke empat arah diagonal, patahkan plafon di sekitar lubang tadi sehingga bentuk lubang menjadi segi empat. Potong dengan cutter sisa-sisa plafon sampai benar-benar terlepas. Jangan lupa untuk merapikan sisi-sisi lubang agar potongan gypsum penambal akan dapat terpasang dengan rapi.

6. Siapkan papan gypsum lainnya dengan ukuran sepanjang lubang dan 1/3 lebar lubang, sebanyak dua buah. Gypsum ini dimanfaatkan sebagai rangka tambahan untuk gypsum penambal. Oleskan kompon perekat pada rangka tambahan ini.

7. Segera tempelkan rangka tambahan yang sudah diolesi kompon perekat pada bagian atas lubang plafon gypsum. Tempelkan kedua rangka penahan tadi pada kedua sisi panjang lubang. Tunggu sampai kompon benar-benar kering. Ini ditandai dengan rangka penahan yang sudah tidak bisa bergerak lagi saat ditekan.

8. Sesudah rangka tambahan tersebut menempel dengan kuat, ambil potongan gypsum penambal tadi dan olesi juga dengan kompon perekat (sebaiknya kompon tidak hanya dioleskan pada tengah gypsum, tapi juga pada sekeliling gypsum agar dapat menempel pada plafon gypsum dengan kuat).

9. Encerkan kompon pelapis dengan air, lalu oleskan pada keempat sisi sambungan antara gypsum penambal dengan plafon. Oleskan menggunakan kape sehingga kompon dapat menempelpada plafon gypsum dengan rata. Untuk tahap ini kompon pelapis cukup diaplikasikan satu lapis saja.

10. Segera setelah kompon pelapis selesai dioleskan, tempelkan selotip kertas khusus pada keempat sisi sambungan tadi. Agar selotip dapat tertempel dengan baik, tekan dengan kape. Kemudian oleskan kompon pelapis sebanyak dua lapisan. Biarkan sampai kering, baru setelah itu Anda bisa mengecat plafon gypsum Anda kembali.

(sumber : tabloidrumah.com)

Gambar Gypsum

Gambar Gypsum

Berikut ini koleksi model & gambar plafond, list, partisi gypsum|gipsum yang kami siapkan untuk menghias ruangan Anda, mulai dari model /gambar gypsum minimalis sampai model /gambar gypsum yang klasik (cantik)Model & gambar gypsum kami selalu mengalami update sesuai trend.

gypsum-partition-boardDinding Partisi Gypsumpartisi gypsumDinding Partisi Gypsumpartisi gypsum-gipsumPartisi Gypsumpartisi-gypsumDinding gypsum

partisi-gypsum
Gambar Partisi Gypsum Ruangan Kantor
Gambar Plafond Gypsum Minimalis
Gambar Plafond Gypsum Minimalis
Gambar Plafond Gypsum Minimalis
Gambar Plafond Gypsum Minimalis
Gambar Plafond Gypsum Klasik
Gambar Plafond Gypsum Klasik


Gambar Plafond Gypsum Minimalis
Gambar Plafond Gypsum Minimalis
Gambar Plafond Gypsum
Gambar Plafond Gypsum Minimalis
Gambar Plafond Gypsum
Gambar Plafond Gypsum
Gambar Plafond Gypsum
Gambar Plafond Gypsum


gambar-plafond-gypsum
Gambar Plafond Gypsum
Gambar list/Profil Gypsum
Gambar list/Profil Gypsum
list-profil-gypsum
Gambar list/Profil Gypsum
plafond-gypsum-gipsum-minimalis
Gambar Plafond Gypsum Minimalis


list-gypsum-gipsum
Gambar List Gypsum
Gambar List Gypsum
Gambar List Gypsum
Gambar List Gypsum
Gambar List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum


Gambar List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum


Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum


Gambar Model plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum


Gambar Plafond Gypsum
Gambar Plafond Gypsum
plafond-gypsum-gipsum6
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond dan List Gypsum
Gambar Model List Gypsum
Gambar Model List Gypsum


Gambar Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
plafond-gypsum-gipsum10
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond dan List Gypsum
Gambar Model Plafond dan List Gypsum
Gambar Model Plafond dan List Gypsum


Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model Plafond Gypsum


Gambar Model Plafond Gypsum
Gambar Model List dan Dinding Gypsum
Gambar Plat Gypsum
Gambar Plat Gypsum
sumber : plafondpartisigipsum.com

4 Kiat Memulai Kebiasaan Menabung

Citigroup Asia Pasific belum lama ini merilis hasil riset yang dilakukannya melalui wawancara online kepada 500 responden di seluruh Indonesia. Sebagian besar orang Indonesia dengan penghasilan rata-rata Rp 10 juta per bulan optimistis dengan masa depan finansialnya. Meskipun begitu, dengan penghasilan tersebut, hanya 67 persen responden yang terbiasa menabung secara rutin. Padahal kebiasaan menabung bisa dimulai dengan sejumlah langkah sederhana yang bisa dijalankan siapa saja, terutama bagi mereka dengan penghasilan di atas rata-rata kebanyakan orang Indonesia.

Membangun kebiasaan menabung bisa dimulai dengan sejumlah cara ini:
1. Tujuan menabung
Tentukan apa yang menjadi tujuan Anda dalam menabung. Dengan begitu Anda memiliki target tertentu yang termotivasi untuk menabung setiap bulannya. Menurut perencana keuangan Ligwina Poerwo-Hananto, kerap kali orang yang kesulitan untuk konsisten menabung setiap bulan karena mereka tak memiliki target yang jelas. Menurutnya, bahkan target pun harus dibuat semenarik mungkin untuk memotivasi Anda. Misalnya, Anda menargetkan ingin punya mobil, liburan keluarga ke luar negeri, apa pun yang Anda sukai. Dengan begitu, Anda selalu bersemangat dan berkomitmen untuk terus menabung.

2. Alokasi dana tabungan di awal bulan
Anda perlu mengubah perilaku, menabung bukan di akhir bulan dengan menggunakan dana yang tersisa. Menabung bukan menyisihkan uang hasil bekerja selama sebulan, namun menabung adalah mengalokasikan dana dari penghasilan di awal bulan. Artinya, Anda perlu mengambil sejumlah uang dengan komposisi 10-30 persen setiap bulannya setiap kali menerima gaji. Perilaku ini merupakan tindakan pencegahan dari kehabisan dana untuk tabungan.

3. Membuat rekening khusus tabungan
Bedakan rekening pemasukan dan rekening tabungan untuk mengontrol keuangan setiap bulan. Jika menurut Anda merepotkan saat harus membagi uang dalam sejumlah rekening berbeda, Anda bisa menggunakan sistem amplop. Artinya, pisahkan uang yang dilokasikan untuk ditabung dalam satu amplop terpisah setiap bulannya. Jika sistem amplop menjadi pilihan Anda, pastikan Anda disiplin menjalankannya. Hindari penggunaan uang di luar rencana karena sangat mungkin terjadi uang di amplop Anda gunakan untuk kebutuhan lain yang tidak sesuai rencana. Disiplin dan komitmen menjadi syarat utama menggunakan sistem amplop ini. Jika memilih bank sebagai tempat menabung, saat membuka rekening tabungan sebaiknya kenali persyaratannya. Pilih bank yang memudahkan dan paling menguntungkan Anda.

4. Semakin besar penghasilan, semakin besar pula porsi tabungan
Berapa pun penghasilan Anda, besar atau kecil, kebiasaan menabung wajib dijalankan. Meski penghasilan di bawah rata-rata, tak ada alasan menunda kebiasaan menabung. Atur saja porsi tabungannya, ambil komposisi terendah yang disarankan perencana keuangan, yakni 10 persen. Jadi ketika Anda memiliki penghasilan tak ada alasan untuk tidak menabung. Seiring bertambahnya penghasilan Anda, tingkatkan alokasi dana untuk menabung hingga 30 persen dari gaji bulanan.

Citigroup Asia Pasific belum lama ini merilis hasil riset yang dilakukannya melalui wawancara online kepada 500 responden di seluruh Indonesia. Sebagian besar orang Indonesia dengan penghasilan rata-rata Rp 10 juta per bulan optimistis dengan masa depan finansialnya. Meskipun begitu, dengan penghasilan tersebut, hanya 67 persen responden yang terbiasa menabung secara rutin. Padahal kebiasaan menabung bisa dimulai dengan sejumlah langkah sederhana yang bisa dijalankan siapa saja, terutama bagi mereka dengan penghasilan di atas rata-rata kebanyakan orang Indonesia. Membangun kebiasaan menabung bisa dimulai dengan sejumlah cara ini:

Memilih ” PONDASI Dan BESI BETON ” Pada Konstruksi Rumah

I . P O N D A S I.

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya.

Untuk memilih tipe pondasi yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi itu cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu memungkinkan untuk diselesaikan secara ekonomis sesuai dengan jadwal kerjanya.

Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe pondasi :

  1. Keadaan tanah pondasi
  2. Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (upper structure)
  3. Keadaan daerah sekitar lokasi
  4. Waktu dan biaya pekerjaan
  5. Kokoh, kaku dan kuat

Jenis pondasi biasanya adalah :

a.Pondasi batu kali

– Pondasi menerus

– Pondasi setempat

– Pondasi dengan kolom cakar ayam

b. Pondasi sloof beton

c. Pondasi plat jalur beton

Umumnya kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik yang bervariasi, berbagai parameter yang mempengaruhi karakteristik tanah antara lain pengaruh muka air tanah mengakibatkan berat volume tanah terendam air berbeda dengan tanah tidak terendam air meskipun jenis tanah sama.

Jenis tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing-masing memberikan nilai kuat dukung tanah yang berbeda-beda. Dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan harus disesuaikan dengan berbagai aspek dari tanah di lokasi tempat akan dibangunnya bangunan tersebut.

Suatu pondasi harus direncanakan dengan baik, karena jika pondasi tidak direncanakan dengan benar akan ada bagian yang mengalami penurunan yang lebih besar dari bagian sekitarnya.

Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam perencanaan suatu pondasi, Adalah :

  1. Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar.
  2. Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung.
  3. Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan.

Cakar ayam untuk bangunan berlantai 2 paling minim dengan ukuran 60 x 60cm dengan diameter besi 10 mm dan tentunya semakin besar akan semakin bagus.

Pondasi dengan menggunakan batu kali lebar bawah 60 cm, lebar atas 25 cm, dan tinggi 60 cm.

Adapun ketentuan teknis tentang pondasi untuk batu kali :

  1.  Pondasi harus ditempatkan pada tanah yang mantap, yaitu ditempatkan pada tanah keras, dasar pondasi diletakkan lebih dalam dari 45 cm dibawah permukaan tanah.
  2. Seluruh badan pondasi harus tertanam dalam tanah.
  3. Pondasi harus dihubungkan dengan balok pondasi atau sloof, baik pada pondasi setempat maupun pondasi menerus.
  4. Balok pondasi harus diangkerkan pada pondasinya, dengan jarak angker setiap 1,50 meter dengan baja tulangan diameter 12 cm.
  5. Pondasi tidak boleh diletakkan terlalu dekan dengan dinding tebing, untuk mencegahlongsor, tebing diberi dinding penahan yang terbuat dari pasangan atau turap bambu maupun kayu.

Sedangkan untuk perkuatan beton bertulang yaitu :

  1. Kolom praktis 13 x 13 cm menggunakan tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak < 150 mm.
  2. Balok sloof 13 x 20 cm dengan tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak < 150 mm.
  3. Balok ring 13 x 15 cm tulangan 4 diameter 10 mm dengan begel diameter 8mm jarak 150 mm.

Begel harus dibengkokkan 135 derajat dengan kait sekitar 10 kali diameter begel.

Mutu campuran beton dianjurkan menggunakan perbandingan 1 PC : 2 Pasir : 3 Kerikil.

Pencampuran bahan menggunakan air sebanyak 0,5 bagian.

Pemakaian jenis pondasi ini tergantung dari jenis daerah ataupun tanah setempat dan yang lebih penting lagi tentunya tergantung dari dana yang kita punya, sebagai contoh nih… : daerah perkotaan yang tanahnya padat dan dana ada mkn lebih praktis dengan pondasi sloof beton atau dengan plat jalur beton. Namun utk daerah pinggiran atau pedesaan akan lebih murah dengan pondasi batu kali dan dengan kolom cakar ayam agar lebih kokoh bila punya rencana akan dibuat beberapa lantai.

II. B E S I  B E T O N.

Memilih besi beton sebagai bahan untuk cor ataupun lainnya adalah susah kalau belum tahu caranya.

Tapi sebenarnya gampang saja untuk mengetahuinya. Jadi tenang saja.

Di dalam pasaran besi  beton dikenal adanya istilah full, gemuk, dan kurus atau banci.Besi kok gemuk dan banci, ada-ada saja ya.

Ulasannya Sebagai Berikut :

  1. Besi full adalah besi beton yang memiliki dimensi yang sama dengan yang disebutkan. Misalkan saja besi 10 full, maka diameternya jika diukur adalah 10 mm pas dengan panjang standart  12 meter.
  2. Besi gemuk adalah besi yang diameternya lebih besar dari yang disebutkan tapi panjangnya belum tentu standart  12 meter. Misalkan saja besi 10 gemuk, akan diperoleh ukuran diameter lebih dari 10 mm, misalkan 11,2 mm dengan panjang dapat  12 meter ataupun 11,6 meter.
  3. Besi kurus atau banci, misalkan disebut besi 10 kurus, maka ukuran diameternya akan di kisaran 8 mm saja dengan panjang dapat dibawah 12 meter ataupun tepat.

Besi pada konstruksi beton bertulang berfungsi sebagai panahan tegangan tarik, penggunaan besi dalam beton bertulang karena beton hanya kuat terhadap gaya tekan.

sebelum melaksanakan pekerjaan beton bertulang terlebih dahulu kita menghitung kebutuhan volume material besi beton sehingga dapat dipersiapkan sebelumnya dengan jumlah yang tepat.

cara menghitung volume besi beton bertulang adalah sebagai berikut :

misalkan sebuah pekerjaan kolom 20 x 30 cm beton bertulang setinggi 6 m dengan besi tulangan pokok

4 diameter 10 sedangkan begel atau sengkang diameter 8 jarak 15 cm.

langkah perhitungan kebutuhan besi beton pada konstruksi tersebut

menghitung kebutuhan besi tulangan pokok

  • volume besi D10 adalah 4 bh x 6 m = 24 m’
  • jika panjang besi perbuah dipasaran adalah 11 m maka  kebutuhan besi adalah 24 m : 11 m = 2.18 buah
  • berat per m’ besi D10 adalah 0.617 kg maka total kebutuhan besi D10 adalah 0.617 kg/m x 24 = 14.808 kg

Menghitung kebutuhan besi tulangan sengkang atau cincin atau begeL

  • panjang tulang sengkang perbuah adalah 25+15+25+15+5+5 = 90 cm = 0.9 m
  • jumlah tulangan sengkang pada kolom setinggi 6 m dengan jarak pemasangan 15 cm adalah 6 : 0.15 = 40 buah besi tulangan sengkang.
  • total panjang besi tulangan sengkang adalah 40 bh x 0.9 m = 36 m
  • jka panjang besi perbuah dipasaran 11 m maka kebutuhan besi tulangan sengkang 36 : 11 = 3.27 buah
  • berat besi per kg besi D8 pada tabel adalah 0.395 kg maka jumlah kebutuhan besi adalah 0.395 kg/m  x 36 m = 14.22 kg

TABEL BERAT BESI BISA DILIHAT DISINI

dari perhitungan diatas maka kebutuhan besi tulangan nya adalah

  • Besi D10 = 2.18 batang = 14.808 kg
  • Besi D8 = 3.27 batang =  14.22 kg
  • beton sebesar 0.2×0.3×6 = 0.36 m3

demikian salah satu cara perhitungan volume besi, untuk lebih mudahnya sekarang ini sudah banyak software untuk menghitung besi baik memakai excel atau yang lainya,

Semoga ini dapat berguna buat referensi.

PERCAYAKAN DESIGN MAUPUN PEKERJAAN BANGUNAN ANDA PADA KAMI :

WINDESIGN general contractor n consultan arsitektur Klik http://www.facebook.com/pages/surabaya-indonesia/windesign/146265395390711 and http://windesign83.blogspot.com/

JENIS PONDASI.

MACAM BESI BETON.

Pondasi Tepat, Bangunan Kuat

Oleh Rita Laksmitasari Rahayu, ST, MT*)

Pondasi merupakan bagian struktur yang paling bawah dari sebuah rumah. Karena fungsinya sangat penting, pemilihan pondasi pun harus sesuai dengan kebutuhan.

Rumah ibarat tubuh manusia. Agar dapat berdiri dengan tegak dan tidak jatuh, tubuh manusia membutuhkan kerjasama antarelemen, seperti tulang, otot, dan saraf. Begitu juga dengan rumah. Memiliki elemen-elemen struktur yang saling bekerjasama mutlak diperlukan agar menghasilkan rumah yang berstruktur kuat, stabil, kokoh, aman untuk ditempati, dan nyaman.

Elemen-elemen struktur tersebut terbagi menjadi dua kelas besar, sesuai dengan letak dan tugasnya. Bagian pertama merupakan elemen struktur yang berada di bawah tanah, yang biasa disebut pondasi. Sedangkan bagian yang lain adalah elemen-elemen struktur yang berada di atas tanah.

Daya Dukung Tanah

Elemen struktur yang di bawah tanah, alias pondasi, bertugas sebagai dasar dari bangunan dan meneruskan beban bangunan tersebut ke tanah yang cukup kuat mendukungnya.

Tanah memiliki kemampuan atau daya dukung yang berbeda-beda. Hal ini dapat diketahui dengan cara melakukan tes penyelidikan tanah. Permukaan dasar pondasi lebih baik bila langsung menyentuh tanah keras. Dengan demikian, semua beban yang harus disalurkan ke dalam tanah dapat langsung didistribusikan ke permukaan tanah keras.

Bila bangunan berdiri di atas tanah yang memiliki daya dukung rendah, bangunan tersebut dipastikan akan melesak ke dalam tanah. Ibaratnya seperti kepalan tangan yang ditekankan pada sepotong roti. Di permukaan roti pasti terdapat lubang sebesar kepalan tangan tersebut. Berbeda bila kepalan tangan tersebut ditekan pada sepotong besi. Apa yang terjadi? Tidak ada lubang bekas kepalan tangan di permukaan besi.

Kepalan tangan tersebut diandaikan sebuah rumah yang memiliki bobot dan akan diletakkan di atas tanah. Rumah tersebut memiliki berat yang berasal dari benda yang berada di atas atau di dalam rumah tersebut, seperti atap, lantai, dinding, perabot, manusia, air hujan. Berat rumah tersebut harus dapat didukung oleh tanah yang ada di bawahnya.

Daya dukung tanah memiliki satuan kg/cm2 atau t/m2. Contohnya, sebuah lahan memiliki daya dukung tanah 0,75 kg/cm2. Artinya, setiap sentimeter persegi tanah mampu mendukung 0,75 kg berat bangunan. Bila ternyata setiap sentimeter persegi tanah dibebani lebih dari 0,75 kg (misalnya 1 kg), maka akan terjadi kelebihan beban setiap sentimeter persegi dan bangunan akan mengalami penurunan.

Beban Bangunan

Untuk mengetahui berat bangunan perlu diketahui fungsi ruang di dalam rumah serta elemen struktur dan arsitektur apa saja yang digunakan. Elemen struktur dan arsitektur tersebut adalah elemen yang ada di atas pondasi dan pondasinya sendiri, seperti berat atap, berat dinding, berat perabotan, dan berat pondasi.

Berat bangunan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Berat bangunan tersebut harus dapat disalurkan oleh pondasi ke permukaan tanah keras. Contohnya, bila sebuah rumah dilengkapi dengan perpustakaan, maka beban yang dihitung harus lebih besar, karena buku-buku memiliki berat lebih besar setiap meter perseginya.

Menurut Wolfgang Schueller (?????????), beban yang bekerja pada bangunan dapat dibagi menjadi beberapa bagian, seperti beban iklim, beban mati, dan beban hidup. Beban iklim adalah beban akibat cuaca, misalnya terpaan hujan dan hembusan angin. Beban mati adalah beban struktur yang tidak dapat dipindah-pindah atau dihilangkan, seperti berat kolom, balok, dan atap. Sementara itu, beban hidup adalah beban yang masih dapat diadakan atau ditiadakan, seperti perabot, manusia, dan kendaraan bermotor.

Pada intinya, pondasi menjaga kestabilan bangunan terhadap beratnya sendiri akibat dari beban struktur bangunan dan beban hidup maupun gaya dari luar bangunan, seperti angin, gempa, dan air hujan.

Pondasi-Menerus

Pondasi bangunan dibedakan atas pondasi-dangkal dan pondasi-dalam. Menurut Ir. Rudi Gunawan dalam buku Pengantar Teknik Pondasi, dijelaskan bahwa perbedaan antara pondasi-dangkal dan pondasi-dalam terletak pada perbandingan antara kedalaman dasar pondasi dari muka tanah (D) dengan lebar pondasinya (B).

Biasanya rumah tinggal menggunakan pondasi- dangkal dengan perbandingan D lebih kecil atau sama dengan B (D<=B). Kedalaman pondasi (D) biasanya antara 0,6 m sampai 3 m. Pondasi-dangkal juga dikenal dengan nama pondasi-langsung, karena semua beban bangunan langsung disalurkan ke permukaan tanah keras dengan cara menyebarkan beban bangunan.

Sesuai dengan prinsipnya, beban harus langsung disebarkan ke permukaan dasar pondasi. Dengan demikian, setiap sentimeter  persegi permukaan dasar pondasi harus menyalurkan beban kurang atau sebesar dari daya dukung tanah yang ada.

Masih menurut Ir. Rudi Gunawan, ada beberapa jenis pondasi-dangkal, yaitu pondasi-menerus, pondasi-telapak, pondasi-kaki gabungan, dan pondasi-plat. Pondasi yang biasa digunakan untuk rumah tinggal tidak bertingkat adalah pondasi-menerus. Artinya, pondasi dibuat sepanjang dinding yang ada di rumah tersebut.

Lebar dasar pondasi-menerus adalah 2,5 kali dari tebal dinding. Jadi, tebal pondasi minimal 70 cm untuk dinding 1/2 bata(1) dan minimal 90 cm untuk dinding 1 bata(2). Kedalaman pondasi-menerus untuk di atas tanah keras dengan dinding 1/2 bata cukup 60 cm sampai 80 cm, sedangkan untuk dinding 1 bata, kedalamannya 80 cm sampai 100 cm. Bila bangunan memikul beban yang cukup berat, sementara daya dukung tanahnya kecil, maka digunakan pondasi-menerus dari plat beton bertulang.

Di atas batu kali pada pondasi-menerus harus dipasangi balok sloof beton bertulang untuk meratakan beban. Fungsi lain dari sloof adalah sebagai pengikat antara struktur bagian atas tanah dengan struktur bagian dalam tanah atau pondasi. Ikatan antara sloof dengan elemen struktur lainnya dapat menggunakan angkur.

Pondasi-Telapak

Salah satu jenis pondasi yang biasa digunakan pada rumah tinggal adalah pondasi-telapak. Pondasi ini harus memiliki ketebalan yang cukup, untuk menghindari sobekan pada telapaknya akibat beban yang cukup berat.

Untuk menghitung luas permukaan dasar pondasi-menerus dan pondasi-telapak digunakan rumus:

A (cm2) = Total berat bangunan (kg)

Daya dukung tanah (kg/cm2)

Luas permukaan dasar pondasi harus cukup besar, sesuai dengan ketebalan dinding. Selain permukaan pondasi tersebut dapat menyalurkan beban merata ke permukaan tanah keras, juga sebagai penstabil bangunan. Contoh perhitungan dapat dilihat pada boks.

Ada satu jenis pondasi lain yaitu pondasi rollag, yang khusus digunakan untuk pondasi-teras atau emperan. Pondasi jenis ini tidak untuk memikul dan menyalurkan beban bangunan yang berat. Pondasi ini terbuat dari batu bata atau dari batu kali, yang kedalamannya hanya 40 cm sampai 70 cm dan memiliki lebar 30 cm sampai 70 cm.

Ketepatan Pemilihan

Memilih pondasi yang akan digunakan pada rumah tinggal haruslah tepat. Ketidaktepatan dalam pemilihan pondasi akan berakibat fatal pada bangunan, seperti penurunan bangunan, sehingga tanah yang mengalami desakan akan terangkat naik. Akibat lain, struktur bangunan akan mengalami pergerakan dan terjadi retak-retak pada badan bangunan. Semakin lama retak tersebut akan semakin besar dan dapat menimbulkan keruntuhan bangunan.

Pemilihan pondasi, selain memperhitungkan keadaan tanah (daya dukung tanah), juga perlu memperhatikan lokasi dan fungsi bangunan. Jika bangunan tidak bertingkat berlokasi di tepi jalan raya yang dilewati oleh kendaraan berat, maka sebaiknya menggunakan pondasi-menerus yang ditambah perkuatan ekstra. Apalagi bila bangunan tersebut berada di  tanah yang memiliki perbedaan ketinggian yang cukup besar. Perkuatan ekstra yang dimaksud adalah pebambahan pondasi-menerus plat beton bertulang atau pondasi-telapak pada titik-titik pondasi di bawah kolom struktural.

Dapat dibayangkan bila rumah tinggal memiliki pondasi yang kurang tepat. Luas permukaan dasar pondasi yang tidak memenuhi syarat ibarat manusia yang memiliki tubuh besar tapi memiliki telapak kaki yang kecil. Akibatnya, tubuhnya mudah jatuh karena tidak ada kestabilan. Tidak mau, kan, hal ini terjadi pada rumah Anda?

*)Dosen luar biasa Universitas Trisakti

(FATUR, KETERANGAN INI DITARUH DI BAGIAN BAWAH ARTIKEL, TRUS ANGKA 1 DAN 2-NYA DIBUAT SUPERSCRIPT. ANGKA 1 DAN 2 YANG DI DALAM ARTIKEL JUGA DIBUAT SUPERSCRIPT)

 

Keterangan

(1) Dinding 1/2 bata = dinding yang terdiri dari pasangan bata yang disusun berdiri. Lebar dindingnya merupakan tebal batu bata atau sekitar 7,5 cm.

(2) Dinding 1 bata = dinding yang terdisi dari pasangan bata yang disusun tidur. Lebar dindingnya merupakan lebar batu bata atau sekitar 15 cm.

BOX:

Contoh Kasus Perhitungan Ukuran Pondasi

Luas bangunan: 6 m x 9 m

Tebal dinding: 1 bata

Tinggi dinding: 4 m

Lebar teritisan: 1 m

Setelah dihitung, jumlah beban yang harus dipikul pada setiap titik pondasi adalah 3.960 kg. Bila satu titik pondasi memikul beban bangunan sebesar 3.960 kg dan daya dukung tanah yang ada sebesar 0,75 kg/cm2, berarti penghitungan permukaan dasar pondasi adalah sebagai berikut.

A =     3.960 kg =  52,8 cm = 53 cm

0,75 kg/cm2 x 100

 

Hasil penghitungan—yaitu 53 cm—lebih kecil dari 2,5 kali tebal tembok 1 bata (70 cm), sehingga yang digunakan adalah ukuran 70 cm. Sementara itu, kedalamannya 80 cm dari muka tanah.

sumber : www.tabloidrumah.com/?p=2130

Pondasi, Sloop dan Kolom

Kita tentu tidak asing lagi dengan istilah pondasi, sloop dan kolom terutama bagi yang pernah membangun rumah tinggal. Ya, itu merupakan istilah dalam dunia bangunan gedung terutama bangunan rumah tinggal. Pernahkah kita memperhatikan bagaimana para tukang batu memasang pondasi batu belah, memasang sloop, dan memasang kolom beton bertulang ? Kalau yang tidak terbiasa berkecimpung di dunia bangun membangun rumah mungkin tidak pernah memperhatikan secara detail, dan tidak paham bagaimana memasang pondasi, sloop dan kolom beton yang benar.

Seringkali kita melihat tukang batu dan pekerja memasang sloop atau kolom beton bertulang diletakan begitu saja di atas permukaan pondasi batu belah. Permukaan pondasi dibuat rata dan rapi kemudian sloop diletakan begitu saja, terutama pada pertemuan – pertemuan pondasi antara yang melintang dan membujur, atau pada pertemuan dinding dengan dinding. Cara memasang pondasi yang dibuat rata pada tiap pertemuan pondasi adalah cara yang kurang benar, atau bahkan bisa dikatakan salah. Sebab jika sloop, dan kolom beton diletakan begitu saja diatas pondasi, maka dimungkinkan sloop akan bergeser jika terjadi kekuatan horisontal yang cukup keras, seperti gempa bumi.

Cara yang benar adalah, pada pertemuan pondasi harus dibuat berlubang ke bawah kurang lebih sampai 25 cm menembus pondasi. Jadi pada titik – titik pertemuan pondasi atau di pojok terdapat ‘legokan’ tempat untuk dudukan dan kaitan tulangan ke dalam pondasi sehingga kolom – kolom beton atau sloop benar – benar tertanam kuat dengan pondasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

sumber : emyou.blog.com/2011/12/19/pondasi-sloop-dan-kolom/